Selasa, 03 Juni 2014

Standar Minimal Biaya Umrah 1.700 Dolar AS




Ditulis oleh edy supriatna sjafei pada Sen, 05/26/2014 - 21:07

Bandung (Sinhat)--Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) menyatakan standar minimal biaya perjalanan umroh senilai 1.700 dolar AS.

"Amphuri dan Kementerian Agama RI komitmen untuk menetapkan standar penyelenggaraan umrah, terutama terkait biaya, dimana biaya 1.700 dolar AS menjadi standar minimun untuk perjalanan umroh," kata Ketua Amphuri Joko Asmoro pada sosialisasi biaya umrah dan haji di Kota Bandung, Rabu.

Ia menyebutkan, standarisasi biaya umrah itu dalam rangka menjamin pelayanan kepada jemaah umrah yang terus meningkat setiap tahunnya.

"Kami mengimbau perusahaan perjalanan umrah untuk mematuhi UU No. 13 Tahun 2008 terkait standar penyeleggaraan haji dan umrah, sehingga tidak akan ada lagi kasus jemaah umrah yang terlantar," katanya.

Ia menyebutkan, biaya 1.700 dolar AS itu sudah merupakan standar minimum untuk perjalanan umrah. Sehingga bila ada angka di bawah itu maka menurut dia sangat riskan untuk bisa memenuhi standar pelayanan di Tanah Suci.

"Untuk tiket pesawat saja bolak-balik sekitar 1.000 dolar AS hingga 1.300 dolar AS, biaya 1.700 dolar AS itu sudah standar minimal. Bila di bawah itu diragukan standar pelayanannya. Kami sampaikan ini tidak lain agar masyarakat tahu standar minimal biaya perjalanan umrah," kata dia.

Selasa, 15 Oktober 2013

ONH Biasa vs ONH Plus



Dalam menentukan pelayanan yang diinginkan untuk berangkat berhaji terdapat banyak pilihan yang dapat dipilih oleh para calon jamah haji. Dari mulai segi waktu keberangkatan ada yang berada di Tanah Suci selama enam hari ada pula yang mencapai satu bulan. Dari segi fasilitas ada yang mempersipakan sendiri makanan dan hotel yang diperlukan tapi ada pula yang segala keperluan untuk berhaji telah diurus oleh biro perjalanan haji yang bersangkutan.

Terdapat jenis-jenis paket yang bisa dijadikan pilihan bagi calon jamah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, antara lain, paket ONH Biasa, ONH Plus, dan ada pula ONH Semi Plus. Para jamaah haji yang ingin berangkat berhaji perlu memahami keunggulan dan kekurangan masing-masing paket yang ditawarkan agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan jamaah selama beribadah di Tanah Suci. ”Tiap-tiap jenis ONH biasanya memiliki perbedaan pada bidang pelayanannya,” ujar Ustadz Matyoto Fahruri, pembimbing haji pada pengajian Manasik Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kabupaten Boyolali.


Senin, 14 Oktober 2013

Indonesia dan Turki Jajaki Kerjasama Soal Haji

Makkah (Pinmas) —- Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali dan President of Religious Affairs Turki Mehmet Gormez saling bertukar pengalaman penyelenggaraan haji di Indonesia dan Turki. Mereka siap menjalin kerjasama di bidang agama, haji, dan umrah.

“Mereka akan ke Jakarta belajar tentang Indonesia dan mengundang kita ke Istambul Turki. Kita menyanggupi untuk ke sana,” kata Menag di kantor misi haji Turki, Makkah, pada Sabtu (12/10) malam hari waktu setempat. Menag didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu.

Menurut Menag, bentuk kerjasama belum dibicarakan secara rinci. Namun demikian,  Indonesia dan Turki juga saling belajar tentang penyelenggaraan haji. Penyelenggaraan haji di Turki dilaksanakan dengan cara qurah atau lotre, berbeda dengan Indonesia yang pendaftaran dibuka sepanjang tahun dengan masa antrean sampai 17 tahun. Di Indonesia, yang antre 4 juta calon jamaah haji sedangkan di Turki ada 1,6 juta.

“Di Turki ada masa-masa dibuka pendaftaran. Tidak antre yang diberangkatkan berdasarkan jumlah kuota yang diberikan Arab Saudi. Tahun ini yang diberangkatkan 59 ribu jamaah haji setelah dipotong 20 persen,” papar dia.

Menang menambahkan, Turki berpendapat biaya penyelenggaraan haji Indonesia jauh lebih rendah. “Ada yang menarik Turki kontrak per 3 tahun dengan harga sama. Indonesia tidak sama dari tahun ke tahun dan tidak bisa 3 tahun karena bisa menyalahi sistem anggaran,” ujar dia.

Hal lain yang dibahas bersama antara  Menag dan President of Religious Affairs Turki  malam itu  antara lain mengenai penetapan awal bulan seperti bulan Ramadan. “Turki juga ada persoalan yang sama yaitu penetapan awal bulan yang beda,” ujar Menag yang terbalut baju koko warna hijau ini. (aan/detik/mkd)



Sumber :