Senin, 14 Oktober 2013

Indonesia dan Turki Jajaki Kerjasama Soal Haji

Makkah (Pinmas) —- Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali dan President of Religious Affairs Turki Mehmet Gormez saling bertukar pengalaman penyelenggaraan haji di Indonesia dan Turki. Mereka siap menjalin kerjasama di bidang agama, haji, dan umrah.

“Mereka akan ke Jakarta belajar tentang Indonesia dan mengundang kita ke Istambul Turki. Kita menyanggupi untuk ke sana,” kata Menag di kantor misi haji Turki, Makkah, pada Sabtu (12/10) malam hari waktu setempat. Menag didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu.

Menurut Menag, bentuk kerjasama belum dibicarakan secara rinci. Namun demikian,  Indonesia dan Turki juga saling belajar tentang penyelenggaraan haji. Penyelenggaraan haji di Turki dilaksanakan dengan cara qurah atau lotre, berbeda dengan Indonesia yang pendaftaran dibuka sepanjang tahun dengan masa antrean sampai 17 tahun. Di Indonesia, yang antre 4 juta calon jamaah haji sedangkan di Turki ada 1,6 juta.

“Di Turki ada masa-masa dibuka pendaftaran. Tidak antre yang diberangkatkan berdasarkan jumlah kuota yang diberikan Arab Saudi. Tahun ini yang diberangkatkan 59 ribu jamaah haji setelah dipotong 20 persen,” papar dia.

Menang menambahkan, Turki berpendapat biaya penyelenggaraan haji Indonesia jauh lebih rendah. “Ada yang menarik Turki kontrak per 3 tahun dengan harga sama. Indonesia tidak sama dari tahun ke tahun dan tidak bisa 3 tahun karena bisa menyalahi sistem anggaran,” ujar dia.

Hal lain yang dibahas bersama antara  Menag dan President of Religious Affairs Turki  malam itu  antara lain mengenai penetapan awal bulan seperti bulan Ramadan. “Turki juga ada persoalan yang sama yaitu penetapan awal bulan yang beda,” ujar Menag yang terbalut baju koko warna hijau ini. (aan/detik/mkd)



Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar